JAKARTA — Di tengah dinamika pasar modal yang semakin kompleks dan meningkatnya tuntutan investor terhadap transparansi serta tata kelola perusahaan, edukasi mengenai kesiapan menuju Initial Public Offering (IPO) menjadi semakin penting bagi dunia usaha Indonesia.
Atas dasar itulah Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggandeng SW Indonesia dalam penyelenggaraan seminar bertajuk IPO Readiness: Strengthen Investor Relations and Corporate Governance yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BEI dalam meningkatkan literasi pasar modal sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak perusahaan Indonesia yang siap memasuki pasar modal dengan fondasi bisnis yang sehat, tata kelola yang kuat, serta kemampuan membangun kepercayaan investor.

Kerja sama antara BEI dan SW Indonesia sendiri bukanlah yang pertama. Sejak kolaborasi awal pada tahun 2022, kedua institusi secara konsisten terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas dunia usaha, khususnya terkait kesiapan perusahaan menuju pasar modal dan penguatan tata kelola perusahaan.
BEI berterima kasih kepada Bapak Michell dan juga rekan-rekan dari SW Indonesia atas berkolaborasi dengan kami untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan perusahaan untuk bertransformasi melalui Initial Public Offering atau IPO. Pada kesempatan hari ini, tema corporate governance dan investor relations dipercaya bahwa kombinasi tata kelola yang kuat dan kegiatan pendekatan aktif kepada investor dapat memaksimalkan pertumbuhan perusahaan bersama dengan pasar modal Indonesia.

Corporate governance merupakan salah satu kunci sukses dalam memastikan keberlangsungan perusahaan. Melalui sarana pemantauan kinerja dan akuntabilitas manajemen, struktur corporate governance menghasilkan kebijakan yang berkualitas, sehingga akan memperkuat daya saing perusahaan di antara peers-nya. Tentunya investor akan lebih tertarik dengan perusahaan yang memiliki pertumbuhan dan tata kelola yang kuat, sehingga bagi Perusahaan Tercatat, penerapan corporate governance harus terus diperhatikan.
Selain itu, Perusahaan Tercatat juga harus berkomunikasi aktif dengan para investor untuk memastikan bahwa informasi terkait kinerja dan pencapaian dari Perusahaan disampaikan dengan tepat dan akurat. Inilah tugas dari fungsi investor relations, yaitu sebagai penghubung strategis antara perusahaan dengan komunitas investor untuk meningkatkan keyakinan atas prospek pertumbuhan perusahaan
Kami berharap acara hari ini dapat menggugah semangat para pelaku usaha untuk bersama-sama menyiapkan diri untuk bergabung di pasar modal Indonesia sebagai Perusahaan Tercatat. Kepercayaan yang terus diberikan BEI kepada SW Indonesia menunjukkan pentingnya peran kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan komunitas bisnis dalam memperluas pemahaman mengenai standar perusahaan publik yang semakin tinggi.
Ketua Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), Rudiantara, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada era Presiden Joko Widodo, menilai bahwa tata kelola telah berkembang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kepercayaan investor.
Menurutnya, investor modern tidak hanya mengevaluasi pertumbuhan bisnis dan kinerja keuangan, tetapi juga melihat bagaimana perusahaan mengambil keputusan, mengelola risiko, menjaga transparansi, serta memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. “Investor saat ini tidak hanya menilai angka-angka keuangan. Mereka juga menilai kualitas pengambilan keputusan, transparansi, pengelolaan risiko, dan kemampuan perusahaan mempertahankan keberlanjutan usaha,” ujarnya.
Perhatian terhadap tata kelola tersebut juga sejalan dengan praktik internasional. Berbagai investor institusi global kini mengacu pada kerangka penilaian seperti OECD Principles of Corporate Governance, ASEAN Corporate Governance Scorecard, hingga berbagai indikator ESG dalam menilai kualitas perusahaan. Karena itu, perusahaan yang ingin memperoleh akses terhadap modal jangka panjang tidak lagi cukup hanya memiliki pertumbuhan yang baik. Mereka juga dituntut membangun tata kelola yang mampu menciptakan kepercayaan.




Selain tata kelola, seminar juga mengulas pentingnya fungsi Investor Relations yang semakin strategis dalam perjalanan perusahaan menuju dan setelah IPO. Sebelum IPO, Investor Relations membantu perusahaan membangun kredibilitas, menyusun equity story, serta memperkenalkan nilai bisnis kepada investor.
Selama proses IPO, Investor Relations menjadi jembatan komunikasi antara manajemen, investor, analis, regulator, dan penjamin emisi. Sementara setelah perusahaan tercatat di bursa, fungsi tersebut berperan menjaga kepercayaan pasar melalui keterbukaan informasi, komunikasi yang konsisten, dan pengelolaan ekspektasi investor. “Sebesar apa pun ikan di dalam kolam, kalau tidak pernah diperlihatkan tidak akan terlihat,” kata Listyorini menggambarkan pentingnya fungsi Investor Relations dalam membangun visibilitas perusahaan.
Sementara itu, Chief Executive Officer SW Indonesia, Michell Suharli, menilai bahwa manfaat terbesar IPO sering kali muncul jauh sebelum perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. “IPO bukan sekadar menjual saham. IPO adalah proses transformasi perusahaan,” ujarnya. Menurut Michell, perusahaan yang mempersiapkan diri menuju IPO pada dasarnya sedang memperkuat fondasi organisasinya melalui peningkatan tata kelola, penguatan sistem pelaporan, pembangunan pengendalian internal, manajemen risiko, dan profesionalisme organisasi.
Ia menegaskan bahwa IPO Readiness harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang menghasilkan perusahaan yang lebih sehat. “Perusahaan yang sehat menciptakan lapangan kerja. Perusahaan yang sehat membayar pajak. Perusahaan yang sehat menciptakan inovasi. Perusahaan yang sehat meningkatkan daya saing nasional,” katanya.
Dalam perspektif yang lebih luas, semakin banyak perusahaan Indonesia yang memiliki tata kelola yang baik dan siap memasuki pasar modal, semakin kuat pula fondasi perekonomian nasional.
Karena itu, edukasi publik mengenai IPO tidak semata-mata bertujuan mendorong lebih banyak perusahaan melantai di bursa. Yang lebih penting adalah mendorong lahirnya lebih banyak perusahaan yang sehat, transparan, profesional, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pasar modal yang kuat lahir dari perusahaan-perusahaan yang kuat. Dan perusahaan-perusahaan yang kuat akan menjadi fondasi bagi ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya saing. Stronger Companies. Stronger Economy. Stronger Indonesia.











