KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-67/PJ/2025 TENTANG KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG KEBIJAKAN PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRATIF ATAS KETERLAMBATAN PEMBAYARAN DAN/ATAU PENYETORAN PAJAK YANG TERUTANG DAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN SEHUBUNGAN DENGAN IMPLEMENTASI SISTEM CORETAX (KEP-67/PJ/2025)
KEP-67/PJ/2025 bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dalam penghapusan sanksi administratif sehubungan dengan masa transisi implementasi Sistem Coretax.
Wajib Pajak diberikan penghapusan sanksi administratif yang terutang atas keterlambatan pembayaran pajak dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT). Berikut tabel rangkuman terkait dengan relaksasi batas waktu pembayaran pajak dan pelaporan SPT:
- Pembayaran Pajak
Jenis Pajak | Masa Pajak (Batas Relaksasi) | |||
Desember 2024 | Januari 2025 | Februari 2025 | Maret 2025 | |
PPh Pasal 4(2) atas PPh Pengalihan Tanah/Bangunan | Batas waktu pembayaran adalah 31 Januari 2025 | Batas waktu pembayaran adalah 28 Februari 2025 | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) |
PPh Pasal 4(2) selain pengalihan tanah/bangunan, PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, dan PPh Pasal 26 | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) | Batas waktu pembayaran adalah 28 Februari 2025 | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) |
PPN & PPnBM | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) | Batas waktu pembayaran adalah 10 Maret 2025 | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) |
Bea Meterai yang Dipungut Pemungut | Batas waktu pembayaran adalah 31 Januari 2025 | Batas waktu pembayaran adalah 28 Februari 2025 | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) | Tidak relaksasi (Sesuai periode bayar) |
- Pelaporan SPT
Jenis Pajak | Masa Pajak (Batas Relaksasi) | |||
Desember 2024 | Januari 2025 | Februari 2025 | Maret 2025 | |
PPh Pasal 21 dan/ atau Pasal 26 | Tidak relaksasi (Sesuai periode lapor) | Batas waktu lapor adalah 28 Februari 2025 | Batas waktu lapor adalah 31 Maret 2025 | Batas waktu lapor adalah 30 April 2025 |
PPh Pasal 4(2) atas Pengalihan Tanah/Bangunan | Batas waktu lapor adalah 31 Januari 2025 | Batas waktu lapor adalah 28 Februari 2025 | Batas waktu lapor adalah 31 Maret 2025 | Batas waktu lapor adalah 30 April 2025 |
PPh Pasal 4(2) atas Penghasilan Usaha dan PPh Pasal 25 | Tidak relaksasi (Sesuai periode lapor) | Batas waktu lapor adalah 28 Februari 2025 | Batas waktu lapor adalah 31 Maret 2025 | Batas waktu lapor adalah 30 April 2025 |
SPT Masa PPN | Tidak relaksasi (Sesuai periode lapor) | Batas waktu lapor adalah 10 Maret 2025 | Batas waktu lapor adalah 10 April 2025 | Batas waktu lapor adalah 10 Mei 2025 |
SPT Masa Bea Meterai | Batas waktu lapor adalah 31 Januari 2025 | Batas waktu lapor adalah 28 Februari 2025 | Batas waktu lapor adalah 31 Maret 2025 | Batas waktu lapor adalah 30 April 2025 |
Sanksi administratif atas pembayaran pajak dan pelaporan SPT yang dilakukan untuk masa pajak yang sesuai dengan batas relaksasi dihapuskan dengan tidak menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP). Dalam hal atas sanksi administratif telah diterbitkan Surat Tagihan Pajak, kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak menghapus sanksi administratif tersebut secara jabatan.
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada 27 Februari 2025.
Untuk bantuan layanan pajak, silakan hubungi:
Rani Widianti
T. (+6221) 2222-0200
Alvina Oktavia
T. (+6221) 2222-0200