ABSTRAK
Artikel ini membahas keunggulan strategi Business Process Outsourcing (BPO), inisiatif ini untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memungkinkan perusahaan untuk fokus pada kompetensi inti. Artikel ini mencakup layanan BPO yang disediakan oleh SW Indonesia, termasuk kepatuhan rutin (bulanan, triwulanan, dan tahunan), dan layanan peningkatan kontrol, seperti manajemen risiko, audit internal, dan pengembangan Prosedur Operasional Standar (SOP). Artikel ini juga memperkenalkan Project Co-Sourcing sebagai model kolaboratif di mana firma konsultan bertindak sebagai kumpulan sumber daya untuk memperkuat tim keterlibatan atau meningkatkan kapasitas proyek. Dengan menyoroti BPO dan co-sourcing, artikel ini menyoroti kemampuan SW Indonesia untuk memberikan layanan profesional yang disesuaikan yang mendukung kepatuhan peraturan, tata kelola internal, dan pelaksanaan strategi proyek di seluruh konteks domestik dan internasional.
Alih daya (outsourcing) adalah praktik bisnis dimana suatu perusahaan menyerahkan sebagian dari proses bisnis atau fungsi operasional kepada pihak ketiga, yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut. Tujuan utama outsourcing untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memungkinkan perusahaan fokus pada kompetensi dan bisnis inti.
Efisiensi dan fokus menjadi kunci keberhasilan dalam dunia bisnis di era lintas negara ini. Banyak perusahaan kini memilih untuk mengalihdayakan sebagian proses bisnis mereka melalui skema Business Process Outsourcing (BPO). BPO adalah salah satu bentuk spesifik dari outsourcing, dimana perusahaan mengalihdayakan kepada pihak ketiga untuk penanganan beberapa proses bisnis tertentu milik perusahaan.
Proses yang dialihdayakan bisa berupa fungsi pendukung (supporting functions) seperti akuntansi, penggajian, pengadaan, pengelolaan SDM, hingga layanan pelanggan. Jasa ini disediakan oleh perusahaan jasa profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi tertentu seperti akuntan, konsultan keuangan, penasihat hukum, atau ahli teknologi informasi. Hal ini menjadi solusi strategis bagi perusahaan yang ingin mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi melalui tenaga kerja dan teknologi yang lebih terampil, serta meningkatkan fokus pada aktivitas utama yang menjadi kekuatan perusahaan.
SW Indonesia menyediakan Business Process Outsourcing terkait dengan jasa akuntansi keuangan, perpajakan, dan legal yang dapat dibagi menjadi 2 kategori:
- Bersifat rutin dan kepatuhan
- Kepatuhan Bulanan
Jasa untuk membantu klien memenuhi kepatuhan pada hukum dan regulasi secara bulanan seperti pembukuan, perpajakan, penggajian, dan jaminan sosial pekerja (BPJS Tenaga Kerja dan BPJS Kesehatan).
- Kepatuhan Triwulanan
Jasa untuk membantu klien memenuhi kepatuhan pada hukum dan regulasi secara triwulanan seperti laporan keuangan triwulanan, Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), dan Laporan KPPK Utang Luar Negeri.
- Kepatuhan Tahunan
Jasa untuk membantu klien memenuhi kepatuhan pada hukum dan regulasi secara tahunan seperti laporan keuangan tahunan, SPT Tahunan, dan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).
- Peningkatan Pengendalian
Jasa profesional yang berfokus untuk membantu klien meningkatkan proses pengendalian pada internal perusahaan, sehingga perusahaan dapat tumbuh lebih sehat, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan bisnis. Pengalaman tim profesional SW Indonesia dalam mendukung investasi klien sebagai berikut
- Manajemen Risiko
Jasa strategis untuk medukung klien dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola berbagai risiko yang dapat mengganggu pencapaian tujuan bisnis. Melalui pendekatan yang sistematis seperti penyusunan risk register, analisis risiko residual, dan perancangan mitigasi, Perancangan kerangka kerja manajemen risiko yang efektif dan terintegrasi dengan proses bisnis. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mampu meminimalkan potensi kerugian, tetapi juga menjadi lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi ketidakpastian dalam lingkungan usaha.
- Internal Audit
Jasa untuk mendukung klien dalam memastikan efektivitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap regulasi, dan efisiensi operasional tanpa harus membentuk tim audit internal sendiri. Jasa ini mencakup perencanaan internal audit tahunan, pelaksanaan audit operasional dan kepatuhan, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan yang aplikatif. Dengan memanfaatkan jasa profesional, perusahaan dapat memperoleh nilai tambah berupa insight yang mendalam, peningkatan tata kelola, serta kesiapan menghadapi audit eksternal atau regulator.
- Pengembangan Standar dan Operasional Prosedur
Jasa untuk mendukung klien dalam merancang dan mendokumentasikan prosedur kerja yang sistematis, efisien, dan sesuai dengan praktik terbaik. Melalui pendekatan yang terstruktur, dilakukan pemetaan proses bisnis, identifikasi risiko dan kontrol, hingga penyusunan dokumen SOP yang mudah dipahami dan dapat diimplementasikan oleh seluruh level organisasi. Dengan adanya SOP yang jelas, perusahaan dapat meningkatkan konsistensi operasional, memperkuat pengendalian internal, serta memudahkan proses pelatihan, evaluasi, dan akuntabilitas kinerja. Jasa ini sangat relevan bagi perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan, restrukturisasi, atau ingin memperbaiki tata kelola proses bisnis secara menyeluruh.
Selain Business Process Outsourcing, terdapat juga Project Co-Sourcing. Pengertian Project Co-Sourcing sebagai suatu bentuk kemitraan internal maupun eksternal, di mana satu konsultan atau tim menyediakan dukungan teknis dan/atau sumber daya khusus untuk membantu tim konsultan lain dalam menyelesaikan suatu proyek tertentu. Model ini umum digunakan dalam lingkungan konsultan, terutama saat salah satu tim atau kantor konsultan menghadapi keterbatasan keahlian, kapasitas, atau waktu. Tujuan utama dari Project Co-Sourcing ini adalah untuk menjembatani keterbatasan keahlian teknis pada proyek yang membutuhkan spesialisasi tertentu, meningkatkan kapasitas delivery tim, dan menjamin kualitas layanan kepada klien. Pengalaman professional dari SW Indonesia terkait Project Co-Sourcing memiliki 2 bentuk:
- Co-source Antar Kantor Anggota SW Internasional
SW Indonesia diminta untuk terlibat memperkuat tim perikatan dari kantor anggota SW Internasional dari negara lain. Sebagai contoh, SW China meminta tim dari SW Indonesia melakukan prosedur due diligence terhadap perusahaan target di indonesia terkait rencana akuisisi atas sebuah perusahaan yang berlokasi di Indonesia. Untuk efisiensi biaya dan waktu, maka SW China dapat mengalihdayakan pekerjaan tersebut kepada SW Indonesia, sehingga tim dari SW Indonesia yang akan membantu melakukan prosedur due diligence tersebut di Indonesia. Beberapa contoh penugasan co-source antar kantor ini termasuk stock opname, pelaporan keuangan, pelaporan perpajakan, audit internal, dan lain-lain.
- Con-source dengan Kantor Konsultan Lain Bukan Anggota SW Internasional
SW Indonesia diminta untuk terlibat memperkuat tim perikatan dari kantor konsultan lain, baik yang berlokasi di dalam maupun luar Indonesia. Untuk kantor konsultan yang berlokasi di luar Indonesia, umumnya hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu dan tenaga, terutama jika mereka belum memiliki cabang atau afiliasi di Indonesia. Sedangkan untuk kantor konsultan yang sama-sama berlokasi di Indonesia, hal ini umumnya dilakukan jika kantor konsultan lain tersebut belum memiliki keahlian teknis yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan klien mereka, seperti misalnya praktisi pajak, legal, laporan keberlanjutan, dan jasa advisori lain.
Business Process Outsourcing untuk klien dan Project Co-sourcing untuk kantor konsultan lain merupakan bentuk kolaborasi yang mengedepankan keahlian masing-masing pihak. Untuk cakupan lebih luas, kolaborasi sesama kantor anggota SW Internasional di Asia Tenggara. Penggabungan, sinergitas, dan kolaborasi orang-orang profesional lintas negara dalam sebuah regional diharapkan mengakibatkan hasil yag menguntungkan konsultan dan klien-klien multinasionalnya.